Skrining BPJS Kesehatan: cara, syarat, dan manfaat pemeriksaan riwayat kesehatan
Panduan praktis untuk mengikuti skrining riwayat kesehatan BPJS melalui Mobile JKN, memahami hasil risiko, dan menentukan langkah setelahnya.
# Skrining BPJS Kesehatan: cara, syarat, dan manfaatnya
Kalau kamu terdaftar sebagai peserta JKN, skrining BPJS Kesehatan bisa membantu mengenali risiko kesehatan sebelum keluhan terasa berat. Prosesnya dilakukan melalui kanal yang disediakan BPJS Kesehatan dan dapat diikuti oleh peserta maupun anggota keluarga yang terdaftar.
Skrining ini bukan diagnosis dokter. Hasilnya memberi gambaran tingkat risiko dan rekomendasi langkah berikutnya. Jadi, gunakan hasil skrining sebagai bahan untuk menjaga kesehatan atau berkonsultasi, bukan sebagai pengganti pemeriksaan medis.
## Apa itu skrining BPJS Kesehatan?
Skrining riwayat kesehatan adalah serangkaian pertanyaan tentang kondisi dan kebiasaan kesehatan peserta. BPJS Kesehatan menggunakan fitur ini untuk memperkirakan risiko terhadap diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit ginjal kronis, dan penyakit jantung koroner.
Hasil skrining ditampilkan dalam tingkat risiko rendah, sedang, atau tinggi, disertai rekomendasi yang perlu diperhatikan. Penjelasan tentang empat penyakit dan tingkatan risiko tersebut tercantum dalam panduan layanan Mobile JKN dan dokumen informasi BPJS Kesehatan.
Skrining tidak berarti kamu pasti menderita salah satu penyakit itu. Hasilnya hanya menunjukkan risiko berdasarkan jawaban yang kamu berikan. Bila hasilnya mengarah pada risiko tertentu atau kamu punya keluhan, lanjutkan dengan pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama atau konsultasi kepada tenaga kesehatan.
## Siapa yang bisa mengikuti skrining?
Peserta BPJS Kesehatan dan anggota keluarga yang sudah terdaftar dapat memakai fitur skrining riwayat kesehatan. Penelitian yang dimuat dalam Jurnal Jaminan Kesehatan menyebut skrining ini ditujukan bagi peserta JKN-KIS berusia minimal 15 tahun dan dilakukan satu kali dalam setahun.
Ketentuan yang tampil di aplikasi tetap menjadi acuan saat kamu mengakses fitur tersebut. Jika hasil skrining terakhir masih berusia kurang dari satu tahun, Mobile JKN akan menampilkan hasil sebelumnya. Kamu baru masuk ke menu pengisian lagi jika belum pernah melakukan skrining atau hasil sebelumnya sudah lewat satu tahun.
Sebelum mulai, pastikan data peserta yang akan diperiksa sudah benar. Bila kamu ingin melakukan skrining untuk anggota keluarga, pilih nomor kartu BPJS yang sesuai agar hasilnya tidak tertukar.
## Cara skrining BPJS Kesehatan melalui Mobile JKN
Kamu dapat memulai skrining dari aplikasi Mobile JKN dengan mengikuti alur berikut:
1. Buka Mobile JKN dan masuk ke akunmu.
2. Pilih menu **Skrining Riwayat Kesehatan**. Pada panduan BPJS Kesehatan, fitur ini dapat diakses dari menu Home atau melalui Menu Lainnya.
3. Pilih nomor kartu BPJS peserta yang ingin mengikuti skrining.
4. Jawab pertanyaan tentang riwayat kesehatan dan kondisi yang diminta aplikasi.
5. Periksa kembali jawaban sebelum mengirimkan formulir.
6. Baca hasil skrining dan rekomendasi yang muncul setelah pengisian selesai.
Isi jawaban sesuai keadaan sebenarnya. Jangan memilih jawaban yang menurutmu paling aman atau paling baik, karena hasil risiko bergantung pada informasi yang kamu masukkan. Simpan hasilnya jika kamu perlu menunjukkannya saat berkonsultasi di FKTP.
Tampilan dan nama menu dapat berubah setelah pembaruan aplikasi. Jika kamu tidak menemukan menu tersebut, periksa versi Mobile JKN dan gunakan panduan resmi BPJS Kesehatan sebagai rujukan. Kamu juga bisa meminta bantuan petugas di FKTP terdaftar.
## Kanal lain yang bisa digunakan
Mobile JKN bukan satu-satunya jalur skrining. Jurnal Jaminan Kesehatan mencatat bahwa skrining dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Mobile JKN, situs BPJS Kesehatan, Chat Assistant JKN (CHIKA), atau kode QR pada materi informasi skrining. Peserta juga dapat dibantu petugas FKTP melalui sistem pelayanan yang tersedia di fasilitas tersebut.
Kanal yang muncul dan alur penggunaannya bisa berubah. Karena itu, gunakan alamat situs atau akun resmi BPJS Kesehatan. Hindari mengisi NIK, nomor kartu, atau data kesehatan melalui tautan yang dibagikan sumber tidak jelas.
Kalau kamu belum punya kepesertaan, baca dulu [syarat membuat BPJS Kesehatan dan cara mendaftarnya](https://langkahkerja.id/syarat-bikin-bpjs-kesehatan/). Setelah terdaftar, kamu bisa [cek BPJS Kesehatan aktif atau tidak dengan NIK](https://langkahkerja.id/cek-bpjs-aktif-nik/) sebelum memakai layanan. Untuk peserta mandiri, pahami juga [iuran BPJS Kesehatan sesuai kelas dan cara bayarnya](https://langkahkerja.id/iuran-bpjs-kesehatan-kelas-bayar/) agar status kepesertaan tetap terurus.
## Apa manfaat skrining bagi peserta?
Skrining membantu kamu mengetahui apakah ada faktor risiko yang perlu diperhatikan. Dengan hasil tersebut, kamu punya dasar untuk membicarakan kondisi kesehatan dengan petugas di FKTP, terutama jika muncul risiko sedang atau tinggi.
Ada beberapa manfaat praktis yang bisa kamu dapatkan:
- Mengetahui gambaran risiko untuk empat penyakit tidak menular yang menjadi sasaran skrining.
- Mendapatkan rekomendasi setelah menjawab pertanyaan kesehatan.
- Membawa informasi awal saat berkonsultasi di FKTP.
- Mengulang skrining secara berkala sesuai ketentuan, yaitu satu kali dalam setahun.
Skrining juga bisa menjadi pengingat untuk meninjau kebiasaan sehari-hari. Namun, hasil risiko rendah bukan berarti kamu boleh mengabaikan keluhan atau berhenti melakukan pemeriksaan yang dianjurkan dokter. Begitu pula hasil risiko tinggi bukan vonis penyakit. Tenaga kesehatan tetap perlu melakukan penilaian lebih lanjut.
Penelitian dalam Jurnal Jaminan Kesehatan menjelaskan bahwa peserta dapat membawa hasil skrining ke FKTP untuk ditelaah kembali oleh dokter. Jika dibutuhkan pemeriksaan lanjutan, tenaga kesehatan akan menentukan langkah sesuai kondisi dan indikasi medis.
## Yang perlu diperhatikan setelah melihat hasil
Baca rekomendasi di aplikasi sampai selesai dan catat hal yang perlu ditindaklanjuti. Jika hasilnya menunjukkan risiko sedang atau tinggi, buat janji atau datang ke FKTP terdaftar untuk mendapatkan penjelasan. Siapkan hasil skrining dan ceritakan keluhan, obat yang sedang dikonsumsi, atau riwayat penyakit yang relevan.
Jangan mengubah pola minum obat hanya berdasarkan hasil skrining. Jangan pula menunda pertolongan jika kamu mengalami keluhan yang terasa darurat. Skrining berfungsi sebagai pemeriksaan awal berbasis riwayat kesehatan, bukan sebagai layanan gawat darurat.
Perhatikan juga keamanan akun. Gunakan aplikasi resmi, jangan membagikan kode OTP, dan keluar dari akun jika memakai perangkat milik orang lain. Data kesehatan dan identitas perlu diperlakukan seperti dokumen pribadi.
## Ringkasnya
Skrining BPJS Kesehatan dapat dilakukan peserta dan anggota keluarga terdaftar melalui Mobile JKN serta beberapa kanal lain yang disediakan BPJS Kesehatan. Fitur ini menilai risiko diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit ginjal kronis, dan penyakit jantung koroner, lalu memberikan hasil risiko serta rekomendasi.
Mulai dengan memilih nomor kartu peserta yang benar, isi pertanyaan sesuai kondisi, lalu baca hasilnya dengan tenang. Jika ada risiko atau keluhan, bawa hasil tersebut ke FKTP untuk dibahas bersama tenaga kesehatan.
## Sumber
- [BPJS Kesehatan, Cara Melakukan Skrining Kesehatan Peserta Melalui Mobile JKN](https://bpjs-kesehatan.go.id/user-manual-mobile-jkn/mobilejkn/skriningkesehatan.html)
- [BPJS Kesehatan, Panduan Pelayanan Mobile JKN](https://bpjs-kesehatan.go.id/user-manual-mobile-jkn/pelayanan%20jkn.html)
- [Jurnal Jaminan Kesehatan, Urgensi Pelaksanaan Skrining Riwayat Kesehatan](https://jurnal-jkn.bpjs-kesehatan.go.id/index.php/jjkn/article/download/103/34)